Asuransi Menurut Aa gym (syariah Islam)

Asuransi Menurut Aa Gym dalam Perspektif Syariah

Posted by

Dalam sebuah tausyiah Aa Gym pernah menyampaikan pendapatnya tentang asuransi, memang kalau dari berbagai kalangan banyak pendapat tentang asuransi, ada yang pro dan ada yang kontra, yuk mari kita simak pendapat dari Aa Gym.

Nah adanya insurance saya termasuk yang juga bayar asuransi kok, kerjanya cerita tawakal, tapi anak saya, saya asuransikan semua, Kenapa? untuk menyempurnakan ikhtiar saja. Ssuatu saat dibonceng naik motor oleh teman waktu mau ceramah di Bogor

Aa Gym: mana helm
Temennya: Ah Aa ini seperti kurang iman
Aa Gym: Lho kurang iman bagaimana?
Temennya: Aa yang namanya Takdir itu urusan Allah, kalau Allah menakdirkan celaka walaupun pakai helm tetap celaka
Aa Gym: Bagi saya mau diapain saja diri saya oleh Allah itu mah terserah yang punya, tapi tugas saya pakai helm menyempurnakan kewajiban saya itu Kerjaan saya, udah pakai helm terus saya mati nggak ada masalah.

Suatu saat lain, di tol Malang pake mobil dulu itu masih jamannya belum booming safety belt, tapi saya sudah pake, saya cari mobil yang ada safety beltnya.

Suatu saat naik mobil yang tidak safety beltnya, Aa gym berucap, ini ada kendaraan lain yang ada safety belt nya atau tidak?

ah Aa ini, kan kita punya doa, kita juga punya sedekah, kenapa sih Aa jadi cemas begini, kan Aa sendiri yang ceramah.

Aa gym berucap lagi, perkara saya mau tabrakan terserah Allah untung waktu itu pakai sorban, jadi sorban dibuka ya diikatkan ke kursi. Ya Allah silahkan, sesudah ini terserah padamu saya sempurnakan apa yang menjadi kewajiban saya

Nah saya melihat bahwa di dalam upaya meraih ketenangan syariat nya tetep disempurnakan, menabung dan juga diantaranya yang saya lakukan ini adalah insurance ini, dengan harapan bahwa sudah menjadi orang tua yang belajar mempertanggung jawabkan secara keilmuan Bagaimana mendidik anak

Menari kan cerita dari Aa gym barusan :), Nah sekarang tinggal pinter-pinternya kita aja memilih asuransi yang benar-benar menggunakan Al-qur’an dan Hadist sebagai landasan hukum dalam berakad. karena tujuannya kita kan tetap berkeinginan merasa aman dalam menjalankan perintah Allah dan Rasulullah SAW.

Semoga bermanfaat,