Faktor Global Penentu Nilai Tukar Rupiah

Faktor Global Yang Mempengaruhi Nilai Tukar Rupiah

Posted by

Nilai mata uang Rupiah adalah faktor yang penting sekali mempengaruhi perekonomian Indonesia kelemahan nilai rupiah terhadap dolar Amerika dan mata uang lainnya akan membuat kenaikan harga harga produk impor.

Seperti produk elektronik, gadget, sampai kebutuhan pokok seperti bahan-bahan makanan sejak akhir Februari 2014 nilai rupiah terhadap dolar Amerika memang terkesan tenang di kisaran Rp 11.300 hingga Rp 11.600

Tapi apakah betul nilai rupiah kita sudah aman, ternyata ada banyak faktor yang mempengaruhi pergerakan rupiah

Faktor-Faktor Global yang Menentukan Nilai Rupiah

Yang pasti adalah kondisi di global itu sendiri karena sekarang kita tahu sentralnya masih tetap Amerika, Eropa dan china tentunya ya.

Amerika
kalo kita liat di Amerika ini kan Amerika mulai ekonomi recover tentunya Amerika The Fed itu pasti akan secara perlahan akan mengurangi stimulus moneter nya.

Dan itu akan mempengaruhi liquidity dollar secara global, itu tentunya itu akan mempengaruhi potensi inflow yang terjadi berdampak buruk termasuk di indonesia.

Suku Bunga
Amerika yang mempengaruhi adalah pergerakan dari suku bunganya dengan ekonomi yang mereka mulai membaik yang kemudian pengangguran sudah mulai turun dan untuk tekanan inflasi sudah mulai muncul tentunya akan ada kecenderungan bahwa suku bunga akan naik.

Nah kalo suku bunga udah naik, berartikan imbal hasil aset dengan dedominasi dollar itu menjadi menarik, nah ini yang akan mendorong obligasi mereka juga naik sehingga bisa mendorong terjadinya pembalikan arus modal yang tadinya dia mungkin invest di negara berkembang kemudian dia melihat di negara lain ternyata return juga udah mulain menarik, dia akan berbalik ke negara yang aman untuk berinvestasi.

Kemudian juga kenaikan obligasi di Amerika itu juga akan mendorong terjadinya kenaikan obligasi di negara berkembang, nah kalo obligasi itu naik misal di pasar obligasi maka yang terjadi adalah harganya turun.

Nah jadi ada kecenderungan orang akan melepas obligasinya, nah yang ditakutkan itu adalah dengan perkenomian amerika ini yang mulai baik dalam jangka pendek ini akan menimbulkan sentimen negative di pasar keuangan negara-negara berkembang.

Karena itu tadi, dikhawatirkan akan terjadi pembalikan arus modal Karena kalo liquidity dollar berkurang itu akan mempengaruh supply dollar di dosmetik, dan jika demand naik ini juga akan cukup mempengaruh.

Nah kalo dari eropa sendiri sama, kalo kita lihat dieropa saat ini kan juga belum stabil sehingga juga bisa membuat sentimen-sentimen negative, nah kalo di eropa sebenernya lebih ke sentimen negative karena yang ditakutkan adalah akan terjadi goncangan di salah satu negara kecil mereka, misalnya di grace, terjadi lagi market trubulence disana.

Nah itu bisa menimbulkan sentimen negative sehingga mempengaruhi opini dari negara-negara berkembang termasuk indonesia.

China
Jadi kalo china terus mengalami perlambatan ekonomi seperti ini sedangkan china adalah negara tujuan ekspor utama kita ya kan extra sudah mencapai sekitar 15% gitu artinya itu kan akan mempengaruhi Ekspor kita juga kan dan mempengaruhi total nilai ekspor dan kalau kita bicara ekspor ditulis supply dolar kan itu akan mempengaruhi supply dollar juga sehingga ini akan memberikan tekanan terhadap nilai tukar Rupiah

Lanjutan dari tulisan ini >> Faktor Domestik Yang Mempengaruhi Nilai Tukar Rupiah

Semoga bisa lebih paham dari sebelumnya 🙂