Tips Mengukur Harga Wajar Property

Tips Mengukur Nilai/Harga Wajar Suatu Properti

Posted by

Memilih sebuah properti untuk berinvestasi bukan perkara yang mudah sebab banyak hal yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk membeli hunian jika tak mau menyesal di kemudian hari.

Salah satunya dengan mengukur nilai wajar suatu properti di wilayah tersebut, hal ini cukup penting untuk mengetahui apakah harga properti yang ditawarkan murah, sedang atau terlalu mahal
lantas hal apa saja yang harus diperhatikan sebelum membeli properti:

1. Membandingkan Harga Properti
kita mesti melakukan perbandingan, perbandingan bisa dilakuakn dengan membandingkan harga properti yang serupa, mirip atau dekat-dekat yang ada di sekitar lokasi.

Nah untuk melakukan perbandingan harga maka bisa dilakukan dengan cara sederhana yakni dari luas tanah serta luas bangunan yang ada disekitar daerah tersebut, dari situ akan mcuncul harga pasar wajar di daerah tersebut.

Nanti dari situlah kita bisa tahu bahwa harganya ini kemahalan atau tidak dan pada waktu melakukan perbandingan kalau bisa carinya jangan cuma satu atau dua lokasi tapi di banyak lokasi, jadi kita bisa mendapatkan informasi yang lebih luas

2. Membandingkan Spek bangunan dan kualitas tanah
kita coba lihat dari struktur tanah serta spek bangunannya tersebut katakanlah kok Kenapa bila harga kita lebih mahal daripada yang ada di sekitar

jadi misalnya kalau sudah ada tipe 56 kita yang paling tinggi kita harus liat kita bandingkan spek bangunannya
ya spek bangunannya itu gimana, Kalau spek bangunan saingan keramik kita pakai marmer atau walaupun keramik tapi granit itu tentunya kan harganya beda

kualitas dari barangnya itu berbeda, jadi kita lihat dari kualitas spek barang bangunannya ataupun sekarang kualitas dari tanahnya

dilihat kita punya itu secara elevasi lebih tinggi atau lebih rendah daripada pesaing dalam arti kata takut banjir kan daerah kita tuh gimana plus kemudian itu dekat ke jalan besar sehingga lebih muda untuk transportasi atau tidak itu dari segi tanahnya atau mungkin dari

segi lingkungan Apakah kita punya lokasi itu infrastrukturnya sudah lebih komplit dalam arti dekat kepada apa namanya supermarket, Pasar atau dekat kepada Tempat pendidikan

3. Meneliti kelengkapan surat-surat
kita lihat surat-suratnya kepemilikannya ya apakah ini sudah sertifikat yang sudah hak milik atau masih hak guna bangunan atau hak guna usaha kita tentunya semakin tinggi posisi kepemilikan, tentu sertifikat hak milik, itu yang paling tinggi, maka itu yang paling berpengaruh kepada harga jual

4. Memperhitungakn biaya tanah dan bangunan
kita coba-coba melakukan penghitungan dalam arti kita pisahkan antara biaya tanah dan biaya bangunan
tanahnya misalnya katakanlah 200 meter itu di situ harganya tanah berapa?

Kalau misalnya Katakanlah Rp 1.000.000 harga tanahnya berarti kan biaya untuk akuisisi tanahnya sudah Rp 200.000.000
kemudian bangunannya misalnya 150m sekarang kita tahu bangun rumah ya, untuk biaya average cost untuk bangun rumah itu misalnya Katakanlah rumah sederhana Rp 2.000.000

Bangunannya 150m X Rp 2.000.000 berarti Rp 300.000.000 berarti biaya developer membuat itu adalah Rp200.000.000 + Rp300.000.000 = Rp500.000.000 kalau dia jual dalam harga berapa biasanya developer mengambil keuntungan profit margin antara angkanya di 30% sampai 40% itu mungkin bagaimana kita menentukan apakah sebuah rumah ini Mahal atau murah dan bagaimana kita melakukan negosiasi untuk mengambil atau membeli rumah tersebut