Miskin sabar dan Kaya syukur

Antara Miskin Sabar dan Kayak Syukur

Posted by

Mana yang lebih baik miskin dalam kesabaran atau kaya dalam kesyukuran?

Hidup ini adalah roda pedati hidup ini bermacam-macam sengaja Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadikan sebagian dari kita Mandiri mampu bahkan kaya.

Sebagian dari kita ada yang miskin, kekurangan ada yang sabar, ada juga yang tidak, orang yang kaya pun ada yang bersyukur, ada yang kufur, ada yang sombong, ada yang rendah hati itu adalah kenyataannya.

Tapi jikalau kita disuruh memilih oleh Allah subhanahu wa ta’ala Anda mau jadi apa? jawabannya Jangan pernah memilih untuk miskin sekalipun dalam kesabaran

Kenapa?

Bukankah itu baik jawabannya Iya itu baik seperti Sabda rasulullah SAW “sangat luar biasa kata baginda rasul seorang muslim itu jikalau dia di kasih karunia dia bersyukur, kalau dia dapat cobaan kekurangan dia bersabar, semuanya baik dan tidak ada kecuali pada diri seorang muslim”

Cuman dalam kacamata ekonomi mana yang lebih bisa memberikan dampak sosial ekonomi kepada masyarakatnya, jawabannya kalau yang miskin dalam kesabaran itu baik tapi baiknya untuk dirinya sendiri, nggak menggurutu dia sabar, dia ridha, dia qanaah insya Allah baik tapi baiknya untuk dirinya saja.

Cuman jikalau seorang itu kaya dengan cara yang halal Saya ulangi kaya dengan cara yang Allah, karena penyakit umat ini jikalau disebut kayak ujungnya korupsi ketika disebut kayak konotasinya macam-macam aja.

Banyak orang yang kayak caranya halal, banyak orang yang kayak caranya legitimate dan itulah yang kita maksud, kaya dengan halalan thayyiban mubarakan fiih.

Orang yang miskin sabar baik untuk dirinya sendiri, tetapi orang yang kaya dengan cara yang halal, rendah hati, lalu bersyukur, baik untuk dirinya dan baik untuk keluarganya baik untuk keponakannya baik untuk karyawannya baik untuk RT nya baik untuk lingkungannya baik untuk bangsanya karena bayar pajak baik untuk masjidnya karena kasih waqaf, baik untuk yatim piatu karena membangunkan rumahnya.

Baik untuk mahasiswa karena ngasih beasiswa, baik untuk Madrasah karena ngasih AC dan baik untuk islam, karena umat Islam kaya-kaya.

Subhanallah jadi jangan pernah mau bercita-cita ingin jadi miskin, Apakah lagi dengan alasan ingin meniru rasul itu salahnya kuadrat, Pilihannya salah menyampaikan sesuatu terhadap Rasul juga salah.

Saya paling sedih jika ada orang yang mengatakan rasul itu miskin nah nanti akan ada pembahasannya khusus tentang itu.

Sekali lagi jangan memilih miskin Kalaupun kita dalam keadaan kurang kita harus berdoa harus berikhtiar kita harus belajar untuk keluar dari kemiskinan.

Karena kemiskinan itu adalah penyakit, penyakit hati penyakit keuangan penyakit diri bahkan kita suudzon kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan Allah itu tidak adil.

Kalaupun kita dalam keadaan kesulitan kita berusaha untuk keluar agar kita minimum Mandiri, syukur syukur kita memiliki kelebihan kita bisa membuka lapangan usaha, kita bisa membayar pajak, kita bisa bayar zakat kita bisa bayar shodaqoh infaq zakat wakaf hadiah hibah kita bisa memberi beasiswa.

Kita ingin menyantuni orang tua orang tua jompo janda-janda yang Subhanallah sangat sulit kemudian kita bantu lingkungan kita agar bersih sanitasinya.

Itu hanya mampu jikalau kita Mandiri dan kaya, orang yang tidak punya itu tidak akan pernah bisa memberi apapun.