Pasar Obligasi Dibanding Pasar Modal

Potensi Pasar Obligasi Jauh Dibanding Pasar Modal

Posted by

Kenaikan pasar saham di awal tahun 2016 membuat banyak orang optimistis tapi apakah pasar saham akan menjadi pilihan investasi paling menguntungkan.

Bagaimana dengan rebalancing portofolio terbaik di tahun ini berikut analisis ihsg dari Adrian Panggabean President director sucorinvest Asset Management

Kalau kita lihat dari sudut pandang makro yaitu penjumlahan dari underland earning capacity yaitu pertumbuhan ekonomi dan everything inflasion ditambah dengan prospek dividen prof maka potensi pendapatan indeks harga saham gabungan mungkin bisa mencapai antara 8% sampai 11%

Tapi kalau kita lihat dari sudut pandang valuation, price earning ratio di Indonesia saat ini itu kira-kira angkanya 23 sampai 25 PR, sedangkan angka PR mungkin berkisar antara 12-14 artinya implite earning di Bursa Indonesia itu berkisar antara 4% sampai 8% saja

Nah jadi kalau kita lihat dari sudut valueation potensial upsitenya itu hanya 4% sampe 8%, kalau kita lihat dari sudut pandang makro potensial upsite itu hanya 8% sampai 11% mana yang benar, kita lihat saja.

ya artinya Range dari kenaikan indeks harga saham gabungan selama dua belas bulan kedepan itu antara 4% sampai 11% itu dilihat dari pendapatan saja.

Tapi kalau kita juga harus memasukkan faktor lainnya yaitu liquidity kita tahu bahwa 60% dari liquidity di bursa saham Indonesia itu didorong oleh investor asing, sedangkan 40% sisanya adalah investor domestik.

Setiap kenaikan atau penurunan tajam di dalam indeks harga saham gabungan selama 1 tahun itu erat kaitanya dengan outflow di bursa saham kalau kita melihat dari kondisi volatility di Bursa Global.

Kita melihat dari kondisi ekonomi di Jepang, Eropa, Amerika Serikat, harga minyak, harga faktor Cina, Saya melihat prospek likuiditas di bursa saham mungkin tidak terlampau cerah, mungkin tidak seburuk tahun 2015.

Tapi tidak secerah tahun 2014 jadi ada ditengah-tengah dan itu artinya mungkin dorongan dari sisi likuiditas untuk bursa nggak begitu banyak.

Jadi kalaupun misalnya indeks harga saham gabungan tuh bisa naik sampai 10% sampai dengan Desember atau 11% sampai dengan desember.

Mungkin probabilita nya kurang dari 50%, karena orang juga akan lebih tertarik masuk Ke pasar obligasi (bond Market) ketimbang equity market pada saat ini.

Kenapa Pasar Obligasi Indonesia Jadi Menarik Untuk Asing?

Obligasi itu menariknya begini, satu dengan dilakukannya negatif interest rate di Eropa 2014-2015 dan sampai saat ini dan mulai diberlakukannya negatif interest rate di Jepang mulai bulan lalu.

Maka Global compression telah terjadi di seluruh dunia dan pada saat Global compression itu terjadi maka investor-investor institusional itu akan mencari di embargaining market.

Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang relatively cukup oke kita bicara jangka panjang, kalau Bond market dan 12 bulan kedepan 4,8% atau 4,9% / 5% pertumbuhan Indonesia, Consider Okelah gitu ya dilihat dari sudut pandang eksternal di default rases kita tuh kecil.

Karena kita ga pernah punya pengalaman dengan default dan memberikan keuntungan sekitar 7% sampai 8% untuk obligasi 10 tahun

Kalau Dibanding Potensi Kenaikan Pasar Obligasi dan Saham Seperti Apa?

Nah kalau misalnya ada kenaikan harga katakan 2%-3% saja tergantung durasi, kenaikan harga tuh bisa antara 2%, 3% – 10% tergantung durasi dari obligasi yang kita invest.

Artinya potensi kenaikan potensi upsite di Bond market (pasar Obligasi) itu berkisar antara 10% sampai 20%

Apa Yang Harus Dilakukan Investor?

Pilihan investor itu pergerakan aset market itu kan
1. Obligasi (risk free, potensi lebih menarik)
2. Cash
3. Equity
Kebiasaan dari investor sekarang itu lebih pada Rise of bukan Risk on jadi artinya di tengah tengah situasi dimana prospek pergerakan sektor riil itu nggak begitu besar Landing rate yang sulit turun profitabilitasnya gak begitu tinggi.