Membaca Kondisi Makro Ekonomi

Pelajari Cara Membaca Kondisi Makro Ekonomi

Posted by

Beberapa bulan terakhir rupiah terus melemah bahkan ada yang meramal kondisi rupiah akan semakin buruk di sisi lain pertumbuhan ekonomi Indonesia yang awalnya diprediksi bisa mencapai 5,7% kemungkinan akan jadi dibawah 5%

Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Bagaimana kita harus membaca kondisi ini semua berikut ini analisis ihsg dari Adrian Panggabean doctor public Finance dari University of Birmingham yang juga menjabat sebagai presiden direktur AAA aset manajemen.

Sekarang ini di Indonesia itu banyak lebih terkait dengan kondisi global, akibat perekonoian amerika yakni dollar menguat sebenarnya terjadi depresiasi mata uang secara global, itu yang sebenarnya amerika sedang mengekspor resesi, dan efeknya ke seluruh dunia termasuk indonesia, pertanyaannya apakah hanya terjadi di Indonesia? tidak ini adalah Fenomena global.

Di Dalam Perekonomian Dalam Negeri Sendiri, Apa Yang Sedang Terjadi?

kalau kita lihat sejak tahun lalu bisa dijadikan sebagai prediktor untuk melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia, sejak pertengahan tahun 2014 sudah relative.

Itu mengimplikasikan bahwa attitude terhadap investmen itu cenderung menurun dari sejak pertengahan tahun 2014, karena memang sudah keliatan pertumbuhan indonesia menurun.

Kalo misalnya banyak ekspektasi terkait pertumbuhan indonesia bisa mencapai 5,6% waktu itu si saya sudah lihat bahwa maksimum pertumbuhan ekonomi Indonesia itu dikisaran 5,2%

Nah dengan kondisi yang berlanjut seperti sekarang bisa jadi pertumbuhan ekonomi Indonesia dibawah 5%.

Apakah Perbaikan di Pemerintahan dan Pembangunan Infrastruktur Tak Akan Membantu?

Pertumbuhan ekonomi itu kan sebetulnya produk dari pembiayaan artinya itu attitued investor, attitude orang, masyarakat terhadap investasi.

Kkalau misalnya tingkat suku bunga 7,5% sementara return on investment nya tuh cuman katakan 10% daripada dia invest menghasilkan 10% kerja berkeringat yang mendingan dia taruh aja duitnya kan di deposito.

Nah kalau kayak gitu ceritanya mau ada perbaikan di dalam infrastruktur perbaikan di dalam regulasi kalau misalnya insentifnya 7,5% lebih menarik ya mendingan ongkang-ongkang kaki taro deposito dapat 7,5% kan lumayan.

Daripada kerja setengah mati cuman dapat 10%, kan gitu. akibatnya investment tu kan turun, kalo investment turun ya pertumbuhan ekonomi juga turun.

Apa Bank Indonesia Harus Menurunkan BI Rate Lagi?

Kebijakan ekonomi itu kan harus ada objektif, objektifnya itu tidak boleh bergeser-geser. kalau misalnya tujuan utama adalah mempertahankan nilai mata uang. kalau misalnya tujuannya adalah untuk memperkecil defisit dan kalau Tujuannya adalah untuk mempertahankan relatif attractiveness dari investasi di Indonesia.

Maka spread antara tingkat bunga rupiah dengan tingkat bunga dolar itu harus dijaga pada level yang comfortable (zona nyaman).

Nah amannya level comfortable kalau misalnya kita lihat di pasar keuangan Indonesia, sebetulnya relatif spreadnya tuh harusnya kira-kira 550 basis poin

Jadi gini, kalo misalnya ada ekspektasi bahwa amerika itu akan naik ke arah 2% ya mustinya BI rate harusnya 7%-7,5%, opsinya kan jelas.

Apakah kita ingin mempertahankan stability dengan pertumbuhan ekonomi yang kurang lebih cukup atau kita ingin mencoba meraih potensi pertumbuhan ekonomi tapi ternyata kemudian jatuh?

Kalau mengambil kebijakan itu kan seharusnya kita ambil yang paling stabil yang resiko paling rendah artinya fokus pada stability. Itu sebetulnya lebih penting daripada fokus pada pertumbuhan ekonomi karena belum tentu terjadi pertumbuhan ekonomi, tapi pasti akan lebih yakin kalau terjadi stabilitas